Adalah aplikasi kompresi data yang
dilakukan terhadap citra digital dengan tujuan untuk mengurangi redundansi dari
data-data yang terdapat dalam citra sehingga dapat disimpan atau ditransmisikan
secara efisien.
Tujuan : bertujuan meminimalkan
kebutuhan memori untuk merepresentasikan citra digital dengan mengurangi
duplikasi data di dalam citra sehingga memori yang dibutuhkan menjadi lebih
sedikit daripada representasi citra semula.
Manfaat :
1. Waktu
pengiriman data pada saluran komunikasi data lebih singkat.
Contoh : pengiriman gambar dari fax,
video conferencing, handphone, download dari internet, pengiriman data medis,
pengiriman dari satelit, dsb.
2. Membutuhkan
ruang memori dalam storage lebih sedikit dibandingkan dengan citra yang tidak
dimampatkan.
Proses kompresi merupakan proses mereduksi ukuran
suatu data untuk menghasilkan representasi digital yang padat atau memampatkan
namun tetap dapat mewakili kuantitas informasi yang terkandung pada data.
tersebut. Pada
citra, video atau audio, kompresi mengarah pada minimisasi jumlah bit rate untuk
representasi digital.
Semakin besar
ukuran citra, semakin besar memori yang dibutuhkan. Namun kebanyakan citra
mengandung duplikasi data, yaitu :
1. Suatu
pixel memiliki intensitas yang sama dengan dengan pixel tetangganya, sehingga penyimpanan
setiap pixel memboroskan tempat.
2. Citra
banyak mengandung bagian (region) yang sama, sehingga bagian yang sama ini tidak
perlu dikodekan berulangkali karena mubazir atau redundan.
Teknik Pemampatan Citra
1.
Loseless Compression
- Teknik kompresi citra dimana tidak ada satupun informasi citra yang dihilangkan.
- Biasa digunakan pada citra medis.
- Metode loseless : Run Length Encoding, Entropy Encoding (Huffman, Aritmatik), dan Adaptive Dictionary Based (LZW).
2.
Lossy Compression
- Ukuran file citra menjadi lebih kecil dengan menghilangkan beberapa informasi dalam citra asli.
- Teknik ini mengubah detail dan warna pada file citra menjadi lebih sederhana tanpa terlihat perbedaan yang mencolok dalam pandangan manusia, sehingga ukurannya menjadi lebih kecil.
- Biasanya digunakan pada citra foto atau image lain yang tidak terlalu memerlukan detail citra, dimana kehilangan bit rate foto tidak berpengaruh pada citra.
Metode Shannon-Fano
Metode ini
dikembangkan oleh Claude Shanon dari Bell Labs dan RM Fano dari
MIT. Metode ini tergantung pada probabilitas dari setiap simbol yang hadir
pada suatu data (pesan).
Berdasarkan
probabilitas tersebut kemudian dibentuk daftar kode untuk setiap dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Setiap
simbol berbeda memiliki kode berbeda.
2. Simbol
dengan probabilitas kehadiran yang lebih rendah memiliki kode jumlah bit yang lebih
panjang dan simbol dengan probabilitas yang lebih tinggi memiliki jumlah bit
yang lebih pendek.
3. Memiliki
panjang kode yang berbeda, simbol tetap dapat didekode secara unik.
Metode Huffman
Metode ini
banyak diterapkan untk aplikasi kompresi citra. Seperti halnya metode
shannon-fano, metode ini membentuk pohon atas dasar probabilitas setiap
simbolnya. Tetapi dengan cara yang berbeda.
Teknik Kompresi GIF
1. GIF (Graphic Interchange Format) dibuat oleh Compuserve pada tahun 1987 untuk
menyimpan berbagai file bitmap manjadi file lain yang mudah diubah dan
ditransmisikan pada jaringan komputer.
2. GIF
merupakan format citra web yang tertua yang mendukung kedalaman warna sampai 8
bit (256 warna), menggunakan 4 langkah interlacing, mendukung transparency, dan
mampu menyimpan banyak image dalam 1 file.
Teknik Kompresi PNG
1. PNG
(Portable Network Graphics) digunakan di Internet dan merupakan format terbaru setelah GIF, bahkan menggantikan GIF untuk Internet image karena GIF terkena
patent LZW yang dilakukan oleh Unisys.
2. Menggunakan
teknik loseless dan mendukung : Kedalaman warna 48 bit, Tingkat ketelitian sampling
: 1,2,4,8, dan 16 bit, Teknik pencocokan warna yang lebih canggih dan akurat.
Teknik Kompresi
JPG
1. JPEG
(Joint Photograpic Experts Group) menggunakan teknik kompresi lossy sehingga sulit
untuk proses pengeditan.
2. JPEG
cocok untuk citra pemandangan (natural generated image), tidak cocok untuk
citra yang mengandung banyak garis, ketajaman warna, dan computer generated
image.
JPEG 2000
1. Adalah pengembangan
kompresi JPEG.
2. Didesain untuk
internet, scanning, foto digital, remote sensing, medical imegrey, perpustakaan
digital dan ecommerce.
3. Dapat digunakan
pada bit-rate rendah sehingga dapat digunakan untuk network image dan remote sensing.
4. Menggunakan
Lossy dan loseless tergantung kebutuhan bandwidth. Loseless digunakan untuk medical
image. Transmisi progresif dan akurasi & resolusi pixel tinggi.
Teknik Kompresi
TIFF
1. TIFF (Tagged
Image File Format).
2. Dikembangkan
oleh Aldus Corporation, tahun 80-an.
3. Dalam
perkembangannya didukung oleh Microsoft.
4. Mendukung adanya
pengalokasian untuk informasi tambahan (tag) fleksibel.
5. Dapat menyimpan
berbagai tipe gambar : 1 bit, grayscale, 8 bit, 24 bit RGB, dll.



