Kamis, 08 Maret 2012

Materi VLSM








Tugas             :  Materi CIDR dan VLSM
Dosen             :  Arief Arfiandi
Matkul           :  Keamanan Jaringan Komputer
VLSM (VARIABLE LENGTH SUBNET MASK)
oleh :
Phintani Ariestya Mursanti
5302410004
Rombel 01
PTIK / 2010
VLSM adalah pengembangan mekanisme subneting, dimana dalam vlsm dilakukan peningkatan dari kelemahan subneting klasik. Dalam classic subneting, subnet zeroes dan subnet- ones tidak bisa digunakan. selain itu, dalam subnet classic, lokasi nomor IP tidak efisien.
VLSM sebetulnya hampir sama dengan CIDR. Walaupun VLSM mempunyai ip local VLSM dapat melakukan koneksi ke internet hanya saja jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas. 
Manfaat VLSM
·         Efisien menggunakan alamat IP karena alamat IP yang dialokasikan sesuai dengan kebutuhan ruang host setiap subnet.
·         VLSM mendukung hirarkis  menangani desain sehingga dapat secara efektif mendukung rute agregasi, juga disebut route summarization.
·         Berhasil mengurangi jumlah rute di routing table oleh berbagai jaringan subnets dalam satu ringkasan alamat. Misalnya subnets 192.168.10.0/24, 192.168.11.0/24 dan 192.168.12.0/24 semua akan dapat diringkas menjadi 192.168.8.0/21.
Konsep subneting memang menjadi solusi dalam mengatasi jumlah pemakaian IP Address. Akan tetapi kalau diperhatikan maka akan banyak subnet. Penjelasan lebih detail pada contoh :
Pada suatu perusahaan yang mempunyai 6 departemen ingin membagi networknya, antara lain :
1. Departemen A = 100 host
2. Departemen B = 57 host
3. Departemen C = 325 host
4. Departemen D = 9 host
5. Departemen E = 500 host
6. Departemen F = 25 host

IP Address yang diberikan dari ISP adalah 160.100.0.0/16
Apabila kita menggunakan subneting biasa maka akan mudah di dapatkan akan tetapi hasil dari subneting (seperti contoh 1) tersebut akan terbuang sia-sia karena hasil dari subneting terlalu banyak daripada jumlah host yang dibutuhkan. Maka diperlukan perhitingan VLSM yaitu :

 Urut kebutuhan host yang diperlukan
1. Departemen E = 500 host
2. Departemen C = 325 host
3. Departemen A = 100 host
4. Departemen B = 57 host
5. Departemen F = 25 host
6. Departemen D = 9 host

 Ubah menjadi biner
1Network-portion host-portion
2. 10100000 01100100 00000000 00000000
3. 11111111 11111111 00000000 00000000
4. Jika pada subneting dimabil dari network maka pada VLSM diambil pada dari host

Tidak ada komentar:

Posting Komentar